Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Standar

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Pelapisan sosial (stratifikasi sosial) merupakan pembedaan penduduk ke dalam kelas-kelas secara bertingkat dalam lapisan tinggi dan rendah. Pelapisan sosial di masyarakat terjadi karena adanya sesuatu yang dihargai lebih atas penilaian kelompok, seperti kekayaan, kekuasaan, keturunan (kehormatan), dan ilmu pengetahuan (pendidikan).

Dalam masyarakat yang sederhana wujud stratifikasi sosial terlihat dalam hal-hal berikut.

  • Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan hak dan kewajiban.
  • Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa.
  • Adanya pemimpin yang paling berpengaruh.
  • Adanya orang-orang yang dikucilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hukum.
  • Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri.
  • Adanya pembedaan standar ekonomi.

Semakin kompleks dan majunya perkembangan suatu masyarakat, semakin kompleks pula sistem lapisan sosial masyarakatnya.

Beberapa kondisi umum yang mendorong terciptanya stratifikasi sosial dalam masyarakat menurut Huky (1982) adalah sebagai berikut.

  • Perbedaan ras dan budaya. Perbedaan ciri biologis, seperti warna kulit, latar belakang etnis, budaya pada masyarakat tertentu dapat menyebabkan pembagian sosial tertentu. Misalnya, pelapisan atas dasar warna kulit pada masyarakat Afrika Selatan pada zaman Apartheid atau anggapan masyarakat Eropa sebelum Perang Dunia II yang mengatakan bahwa kaum kulit putih adalah lapisan masyarakat paling atas.
  • Pembagian tugas yang terspesialisasi. Posisi-posisi dalam spesialisasi ini berkaitan dengan perbedaan fungsi stratifikasi dan kekuasaan dari order sosial yang muncul. Perbedaan posisi atau status anggota masyarakat berdasarkan pembagian kerja ini terdapat dalam setiap masyarakat, baik pada masyarakat primitif maupun pada masyarakat yang sudah maju.
  • Kelangkaan. Stratifikasi lambat laun terjadi karena alokasi hak dan kekuasaan yang jarang atau langka. Kelangkaan ini terasa bila masyarakat mulai membedakan posisi, alat-alat kekuasaan, dan fungsi-fungsi yang ada dalam waktu yang sama. Kondisi yang mengandung perbedaan hak dan kesempatan di antara para anggota masyarakat dapat menciptakan stratifikasi sosial.

Secara umum, stratifikasi sosial terbentuk karena hal-hal berikut.

  • Tugas dan penempatan seseorang dalam masyarakat.
  • Hadiah (reward) berdasarkan penilaian materi/non materi.
  • Kelangkaan pekerjaan karena memerlukan keahlian/keterampilan.

Stratifikasi berasal dari kata bahasa Latin Stratum (tunggal) atau Strata (jamak).

Dasar stratifikasi dalam masyarakat lebih disebabkan karena adanya sesuatu yang dihargai lebih, baik itu kekayaan, ilmu pengetahuan, kekuasaan dan sebagainya. Ukuran yang dipakai untuk menggolongkan seseorang pada suatu lapisan tertentu adalah ukuran kumulatif dan bukan ukuran tunggal.

  • Kekayaan, berkaitan erat dengan pendapatan. Orang yang memiliki harta benda banyak (kaya) akan lebih dihargai dan dihormati masyarakat daripada orang yang miskin.
  • Kekuasaan, berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menentukan kehendaknya terhadap orang lain (yang dikuasai).
  • Keturunan, kriteria keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan.
  • Pendidikan (Ilmu Pengetahuan), dalam masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan atau pendidikan, orang yang memiliki keahlian atau profesionalis akan mendapatkan penghargaan yang lebih besar.

Unsur-unsur dalam sitem pelapisan masyarakat adalah kedudukan (status) dan peranan (role). Kedua unsur ini merupakan unsur baku dalam sitem pelapisan masyarakat. Kedudukan dan peranan seseorang atau kelompok memiliki arti penting dalam suatu sitem sosial.

Status atau kedudukan adalah posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial atau kelompok masyarakat. Status merupakan pencerminan hak dan kewajiban dalam tingkah laku manusia.

Setiap individu akan memperoleh status melalui beberapa cara.

  • Ascribed status, yaitu kedudukan yang diperoleh secara otomatis/tanpa usaha, misalnya gelar kebangsawanan atau jenis kelamin.
  • Achieved status, yaitu kedudukan yang diperoleh seseorang dengan usaha yang disengaja tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar tujuannya, contohnya gelar yang diperoleh melalui pendidikan.
  • Assigned status, merupakan kombinasi dari keduanya, yaitu kedudukan yang diperoleh seseorang melalui penghargaan/pemberian dari pihak lain setelah orang tersebut berjasa atau memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan masyarakat.

Dalam kehidupan masyarakat selalu ada benturan-benturan atau pertentangan yang dialami seseorang yang berkaitan dengan status yang dimilikinya. Hal ini disebut konflik status.

Konflik status dapat dibedakan menjadi 3 hal.

  • Konflik status bersifat individual. Artinya, konflik hanya dapat dirasakan oleh orang yang bersangkutan dalam batinnya sendiri.
  • Konflik status antarkelompok. Misalnya, konflik status antardepartemen.
  • Konflik status antarindividu. Seperti seorang istri bertengkar dengan suaminya.

Simbol status adalah penggunaan simbol-simbol/lambang untuk menunjukkan kedudukan seseorang dalam masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk tingkah laku seseorang/kelompok yang sesuai dengan status yang dimilikinya yang dapat dilihat dari kehidupannya sehari-hari melalui ciri-ciri tertentu, seperti gaya bicara, cara berpakaian, cara rekreasi, cara menggunakan waktu senggang, memakai tanda pangkat, dan lain sebagainya.

Peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari seseorang yang memangku status tersebut.

Konflik peranan timbul apabila orang harus memilih salah satu peranan dari dua status atau lebih yang dimilikinya ketika peranan itu saling bertentangan.

Ada tiga macam stratifikasi sosial.

  • Stratifikasi sosial bersifat tertutup, yaitu stratifikasi dimana seorang sulit untuk mengadakan mobilitas secara vertikal.
  • Stratifikasi sosial bersifat terbuka, yaitu stratifikasi dimana seseorang dapat dengan mudah mengadakan mobilitas, baik secara vertikal ke atas maupun secara vertikal ke bawah, karena peluang untuk bermobilitas sangat besar.
  • Stratifikasi campuran, merupakan kombinasi dari keduanya.

Terdapat beberapa karakteristik stratifikasi sosial yang umumnya terjadi dalam masyarakat. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.

  • Adanya perbedaan status dan peranan.
  • Adanya distribusi hak dan kewajiban.
  • Adanya prestise dan penghargaan.
  • Adanya simbol dalam status.
  • Adanya pola interaksi yang berbeda.
  • Adanya stratifikasi yang melibatkan kelompok.
  • Adanya stratifikasi yang bersifat universal (yang berbeda adalah corak dan perwujudannya).

Bentuk pembagian kelas atau golongan tentu berbeda antara masyarakat yang satu dan masyarakat lainnya. Bentuk itu sangat dipengaruhi oleh faktor yang menjadi dasarnya, baik itu ekonomi, sosial, ataupun politik.

:: Ekonomi ::

Pembagian atau pelapisan masyarakat berdasarkan ekonomi akan membedakan masyarakat atas kepemilikan harta. Berdasarkan kepemilikan harta, masyarakat dapat dibagi dalam tiga kelas.

  • Kelas atas terdiri dari kelompok orang-orang kaya yang dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan secara berlebihan.
  • Kelas menengah terdiri dari kelompok orang-orang yang berkecukupan yang sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok (primer).
  • Kelas bawah terdiri dari kelompok orang miskin yang masih belum bisa memenuhi kebutuhan primer.

Secara umum, pelapisan masyarakat di negara-negara demokratis meliputi enam golongan berikut.

  • Elite : orang-orang kaya dan orang-orang yang menempati kedudukan/pekerjaan yang oleh masyarakat sangat dinilai/dihargai.
  • Semi profesional : pegawai kantor, pedagang, teknisi yang berpendidikan menengah, dan mereka yang tidak bergelar.
  • Skill : orang-orang yang mempunyai keterampilan mekanis, teknisi, dan kapster.
  • Semi skill : pekerja pabrik tanpa keterampilan, supir, pelayan restaurant.
  • Unskill : pramuwisma, tukang kebun, pasukan kuning (pegawai kebersihan jalan).

:: Sosial ::

Pelapisan masyarakat sosial ialah sistem pelapisan yang mengelompokkan masyarakat menurut status. Umumnya, nilai status seseorang dalam masyarakat diukur dari prestise atau gengsi.

:: Politik ::

Secara politik, pelapisan masyarakat didasarkan pada wewenang dan kekuasaan. Makin besar wewenang atau kekuasaan seseorang, semakin tinggi lapisan sosialnya. Masyarakat yang memiliki wewenang atau kuasa umumnya ditempatkan pada lapisan masyarakat atas. Kelompok ini mencakup para pejabat eksekutif, baik di tingkat pusat maupun desa, pejabat legislatif, dan pejabat yudikatif. Masyarakat yang tidak memiliki wewenang ditempatkan pada lapisan masyarakat bawah.

Terjadinya Pelapisan Sosial

1.      Terjadi dengan sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Lapisan sosial ini dibentuk secara tidak sengaja (alamiah/dengan sendirinya). Pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya inilah, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis. Misalnya usia tua, karena kepandaian, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang mempunyai bakat seni, atau sakti.

2.      Terjadi dengan disengaja

Proses ini berjalan atau disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas bahwa adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Sistem ini dapat kita lihat misalnya dalam sebuah organisasi. Misalnya organisasi pemerintahan, organisasi politik, organisasi di perusahaan besar. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem, yaitu:

–          Sistem fungsional : merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat, misalnya saja didalam organisasi perkantoran ada kerja sama antara kepala seksi dan lain-lain.

–          Sistem skalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertikal).

Pembagian sistem Pelapisan menurut Sifatnya.

1.      Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup

Didalam sistem ini perpindahan anggota masyarakat dari suatu lapisan ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal yang istimewa. Didalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Sistem pelapisan tertutup kita temui misalnya di India yang masyarakatnya mengenal sistem kasta.

2.      Sistem pelapisan masyarakat yang tebuka

Didalam sistem ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke pelapisan yang ada di bawahnya atau naik ke pelapisan yang di atasnya. Sistem yang demikian dapat kita temukan misalnya dalam masyarakat Indonesia sekarang ini. Setiap orang diberi kesempatan untuk menduduki segala jabatan bila ada kesempatan dan kemampuan untuk itu. Tetapi di samping itu orang juga dapat turun dari jabatannya bila ia tidak mampu mempertahankannya. Status (kedudukan) yang diperoleh berdasarkan atas usaha sendiri disebut “achieved status”.

Kesamaan Derajat

Cita-cita kesamaan derajat sejak dulu telah di idam-idamkan oleh setiap manusia. Agama mengajarkan bahwa setiap manusia adalah sama. PBB juga mencita-citakan adanya kesamaan derajat. Terbukti dengan adanya Universal Declaration of Human Right, yang lahir tahun 1948 menganggap bahwa manusia mempunyai hak yang dibawanya sejak lahir yang melekat pada dirinya. Beberapa hak itu dimiliki tanpa perbedaan atas dasar bangsa, ras, agama atau kelamin, karena itu bersifat asasi serta universal.

Indonesia, sebagai negara yang merdeka sebelum declaration of human right juga telah mencantumkan dalam pasal-pasal UUD 1945 tentang hak-hak asasi manusia. Pasal 27(2) UUD 1945 menyatakan bahwa, tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pasal 29(2) menyatakan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.

Elite dan Massa

Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menduduki tempat tertinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan “posisi di dalam masyarakat -di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tertinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas”. Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitenya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.

Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam menganmbil berbagai kebijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan dan lain-lain. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah yang pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan masyarakat elite.

Ada dua kecenderungan untuk menentukan elite didalam masyarakat yaitu, PERTAMA menitik beratkan pada fungsi sosial dan yang KEDUA pertimbangan-pertimbangan yang bersifat moral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite, yaitu elite internal dan elite eksternal. Elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problem yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau masa depan yang tak tentu.

Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam hal ini menyerupai crowd, tetapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku, misalnya seperti mereka yang minatnya bangkit oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan seperti yang diberitakan dalam pers atau mereka yang berperan serta dalam suatu migrasi dalam arti luas. Ciri-ciri massa adalah :

  1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakmuran dan kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai massa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya melalui pers.
  2. Massa merupakan kelompok yang anonim atau lebih tepat tersusun dari individu-individu yang anonim.
  3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya.

Sumber : Materi ISD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s