Modernisasi dan Globalisasi

Standar

Pengertian Modernisasi

Berikut ini adalah beberapa pengertian modernisasi dari beberapa pakar :

  • Wilbert E Moore, modernisasi adalah suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial kearah pola-pola ekonomis dan politis yang menjadi ciri negara barat yang stabil.
  • J W School, modernisasi adalah suatu transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya.

 Berdasarkan dua pendapat diatas, secara sederhana modernisasi dapat diartikan sebagai perubahan masyarakat dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern dalam seluruh aspeknya. Bentuk perubahan dalam pengertian modernisasi adalah perubahan yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasa disebut dengan social planning.

Modernisasi secara sosiologis :

  • Proses menuju masa kini / menuju masyarakat modern.
  • Perubahan masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern.
  • Perubahan sosial dimana masyarakat sedang memperbaharui diri mendapatkan ciri-ciri/karakter masyarakat modern.

Ciri-ciri Masyarakat/Manusia modern menurut Alex Inkeles :

  • Sikap terbuka menerima hal-hal baru,
  • Memiliki keberanian,
  • Menghargai waktu,
  • Punya/memiliki planning (perencanaan),
  • Percaya diri,
  • Menghargai harkat manusia,
  • Menjunjung sikap imbalan yang diterima sesuai prestasi.

Syaratnya Masyarakat/Manusia modern :

  • Berpikir ilmiah,
  • Administrasi baik,
  • Pengumpulan data berpusat pada lembaga,
  • Penciptaan iklim menyenangkan,
  • Disiplin diri,
  • Social planning.

Sikap mental manusia modern :

  •  Rajin,
  • Tepat waktu,
  • Berani mengambil resiko.

Gejala modernisasi :

  • Bidang Budaya
  • Bidang Politik
  • Bidang Ekonomi
  • Bidang Sosial
  • Bidang IPTEK

Dampak dari modernisasi dan Globalisasi

 Dampak positif  : Masyarakat menjadi sejahtera.

Dampak negatif , diantaranya :

1. Terjadinya urbanisasi

Faktor penyebab urbanisasi :

  • Adanya daya tarik ekonomi di kota, masyarakat berpikir bahwa di kota banyak lapangan pekerjaan.
  • Adanya daya tarik sosial, ingin mengubah status sosial (karena menurut pandangan orang desa, orang kota lebih mapan/baik).
  • Adanya daya tarik pendidikan, masyarakat berpikir pendidikan di kota lebih maju dari pada pendidikan di kota.
  • Adanya daya tarik budaya, ada banyak tempat-tempat wisata dan lain-lain.

2. Kesenjangan sosial ekonomi

Tidak seimbangnya bidang sosial dan ekonomi dalam masyarakatnya. Akibatnya, tidak meratanya pembangunan. Maka, timbulah kecemburuan sosial. Akibatnya, lahirlah kelompok-kelompok sosial tertentu, timbul masalah keluarga, terjadi perubahan sosial budaya. Disamping itu, majunya pendidikan dan muncullah kelas-kelas sosial tinggi.

3. Pencemaran lingkungan alam

Pencemaran lingkungan alam meliputi polusi udara, pencemaran air, pengembaran tanah, dll.

4. Kriminalitas meningkat

Kriminalitas yang meliputi kenakalan remaja, dll.

5. Lunturnya jati diri bangsa

Dampak modernisasi dan globalisasi terhadap eksistensi jati diri bangsa (tantangan)

  • Adanya goncangan budaya (Cultural shoch)

Ketidaksesuaian unsur-unsur yang saling berbeda karena pola kehidupan sosial yang tidak serasi fungsinya dalam masyarakat yang disebabkan oleh ada unsur yang berubah dan ada unsur yang tidak berubah.

  •  Ketertinggalan budaya (Cultural lag)

Ketidakseimbangan perubahan kebudayaan material dan kebudayaan imaterial. Artinya perkembangan teknologi tidak seirama dengan alam pikiran manusia.

  •  Rasa kegotong-royongan menipis

Dengan teknologi yang canggih, akhirnya kerja sama / gotong royong tidak ada lagi. Oleh karena itu, timbullah sikap individualis.

  •  Bergesernya nilai-nilai dan norma bangsa Indonesia karena berkembangnya / masuknya budaya luar.
  •  Hubungan kekeluargaan menurun

Adanya teknologi yang berkembang/canggih. Contoh: karena ada telepon, jadi tidak perlu bertatap muka untuk bersilaturahmi.

  •  Kurangnya pemakaian produksi dalam negeri

Lebih senang berpakai produksi luar negeri sehingga produksi dalam negeri tidak laku.

  •  Kesenian tradisional kurang diminati

Lebih senang gaya/budaya luar.

  •  Kurangnya sopan santun/etika (berpakaian/bergaulan)

Meniru budaya luar yang kurang sopan sehingga merusak jati diri bangsa Indonesia.

Cara mengatasi lunturnya jati diri bangsa

  1. Mempertebal ideologi dan rasa nasionalisme bangsa. Contohnya: melalui upacara bendera.
  2. Ilmu pengetahuan diimbangi dengan imtaq yang tinggi. Ilmu tinggi = iman dan taqwa juga tinggi.
  3. Membudayakan jam-jam belajar bagi anak usia sekolah mewajibkan semua anak usia sekolah untuk bersekolah hingga 9 tahun.
  4. Pemerintah atau masyarakat mencegah beredarnya obat-obatan terlarang, gambar-gambar porno, dan minum-minuman keras.
  5. Berusaha mencintai produk dalam negeri.
  6. Orang tua dirumah harus aktif mempersiapkan SDM yang handal.
  7. Menyaring budaya asing yang masuk.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/1997478-pengertian-modernisasi/#ixzz1YryiebSs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s