FIRMA

Standar

Firma (Partnership) : Suatu ikatan antara dua orang atau lebih untuk bersama-sama sebagai pemilik menjalankan perusahaan yang bertujuan mencari laba.

Masalah yang paling sering muncul dalam firma adalah masalah pembagian laba.

Contoh (Pembentukan / Saat berdirinya) :

Tanggal 19 Desember 2009, Tuan Budi dan Tuan Anto sepakat untuk mendirikan sebuah firma dengan nama Fa. BuAn. Masing-masing anggota sekutu ini akan menyetorkan sejumlah kas dan aktiva nya sebagai modal awal.

1/ Tn. Budi menyetorkan :

  • Uang kas ke dalam firma sebesar Rp. 450.000.000,00
  • Peralatan Kantor Rp. 30.000.000,00

2/ Tn. Anto menyetorkan :

  • Uang kas ke dalam firma sebesar Rp. 370.000.000,00
  • Piutang Rp. 200.000.000,00
  • CKP (Cadangan Kerugian piutang) Rp. 20.000.000,00

 JURNAL

**Modal di kredit, karena dianggap hutangnya perusahaan kepada pemiliknya.

Berikut ini, neraca setelah digabungkan antara Tn. Budi dan Tn. Anto :

Tanggal 1 Januari 2010, Tn. Budi dan Tn. Anto sepakat untuk menggabungkan perusahaan mereka menjadi satu dengan nama Fa. BuAn.

Tn. Anto dan Tn. Budi sepakat untuk melakukan penyesuaian sebagai berikut :

  1. CKP atas nama Tn. Anto berubah menjadi Rp. 1.500.000,00
  2. Persediaan barang Tn. Anto dinilai kembali menjadi Rp. 27.000.000,00
  3. Bangunan toko dinilai kembali menjadi Rp. 48.000.000,00
  4. Persediaan barang Tn. Budi dinilai seharga Rp. 13.000.000,00
  5. Perabot toko dinilai seharga Rp. 12.000.000,00
  6. Kendaraan dinilai kembali menjadi Rp. 28.000.000,00

Modal Tn. Anto (Sudah termasuk Aktiva dan Pasiva)

Modal Tn. Budi (Sudah termasuk Aktiva dan Pasiva)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s