Apa perbedaan Bihun dan Sohun (Soun) ?

Standar

Saya ingin sedikit membahas tentang bihun dan sohun. Walaupun sebenarnya saya sangat tidak menyukai kedua makanan tersebut. Kenapa ? Menurut saya pribadi tekstur bihun dan sohun di mulut aneh dan masih cukup banyak lagi alasan kenapa saya tidak suka bihun dan sohun. Sebelumnya saya mengira bihun dan sohun itu sama, hanya saja orang-orang yang berbeda menyebutkannya. Ternyata bihun dan sohun itu berbeda, disini saya akan membahas apa beda bihun dan sohun ?

Bihun

Bihun

Bihun atau mihun merupakan nama salah satu jenis makanan dari Tiongkok, bentuknya seperti mie namun lebih tipis. Dalam bahasa Inggris disebut rice vermicelli atau rice noodles atau rice sticks. Bihun berasal dari bahasa Tionghoa, yaitu “Bi” artinya beras dan “hun” artinya tepung. Bahan baku bihun sendiri terbuat dari tepung beras. Makanan tersebut sangat terkenal dari negara Cina dan Asia Selatan, seperti India.

Sohun

Sohun

Sohun atau soun (suun) adalah mi halus yang dibuat dari pati. Setelah direbus atau direndam, sohun berwarna bening, bertekstur kenyal, dan memiliki permukaan yang licin. Di antara berbagai jenis pati yang bisa dijadikan bahan baku adalah pati kacang hijau, umbi (kentang, ubi jalar, tapioka), sagu, aren, dan midro (ganyong). Sohun berbeda dari bihun.

Dijual dalam keadaan kering dan terlipat seperti sarang burung, sohun direbus atau direndam hingga agak lunak sebelum digunakan untuk berbagai masakan tumis dan sup. Sohun hampir-hampir tidak memiliki rasa, namun menyerap kaldu dan rasa bahan-bahan lain yang dimasak bersamanya. Tanpa direndam air lebih dulu, sohun bisa langsung digoreng hingga garing, dan dipakai sebagai alas atau penghias makanan.

Pembuatan

Pati yang menjadi bahan baku dicuci dengan air untuk menghilangkan segala kotoran agar diperoleh tepung yang bersih. Setelah dipindahkan ke bak lain, pati diberi larutan kaporit yang berfungsi sebagai pemutih. Setelah menjadi putih, pati dicuci kembali untuk menghilangkan bau kaporit. Selanjutnya, campuran pati dan air dengan perbandingan 1:1 diaduk menjadi adonan yang dimasak menjadi adonan bubur kental. Adonan dimasukkan ke dalam mesin ekstruksi untuk menghasilkan lembaran-lembaran sohun. Sohun basah dikeringkan dengan cara dijemur di atas papan. Setelah kering, sohun siap dikemas dan dipasarkan.

Sohun di berbagai Negara

Di Indonesia, sohun dibuat dari bahan dasar pati sagu atau aren ditambah midro sebagai campuran. Makanan Indonesia yang memakai sohun misalnya: soto, bakso, tekwan, pempek, model, kimlo, dan sup.

Sohun awalnya berasal dari Tiongkok. Dalam bahasa Mandarin, sohun disebut fěn sī (粉絲), arti: “mi benang”). Di Taiwan, sohun disebut dōng fěn (冬粉, “mi musim dingin”) atau tanghun. Sohun juga dipasarkan sebagai saifun berdasarkan pengucapan bahasa Kantonis untuk menyebut sohun dalam bahasa Mandarin xì fěn (細粉, “mi langsing”). Dalam bahasa Kantonis, sohun disebut fan2 si1 (粉絲).

Di RRC, sohun dibuat dari pati kacang hijau, dan dipakai dalam berbagai masakan tumis, sup, dan hot pot. Sohun merupakan bahan pengisi untuk jiaozi, dan pengganti sirip hiu dalam sup sirip hiu. Sentra produksi sohun terdapat di Zhangxing yang terletak di Zhaoyuan, Yantai, sebelah timur Provinsi Shandong. Pada zaman dulu, dari Zhangxing dikirim melalui Pelabuhan Longkou sehingga dikenal di pasaran sebagai Longkou fensi (Sederhana: 龙口粉丝; tradisional: 龍口粉絲).

Di Korea, sohun disebut dangmyeon (hangul: 당면, hanja: 唐麵, arti: “mi Dinasti Tang”), dan dibuat dari pati ubi jalar. Japchae adalah contoh makanan Korea yang memakai sohun.

Di Jepang, sohun disebut harusame (春雨, arti: “hujan musim semi”), dan dibuat dari pati kentang. Selain menjadi isi lumpia (harumaki), sohun hanya digunakan untuk sup yang merupakan adaptasi dari masakan Tionghoa dan Korea.

Di Filipina, sohun disebut sotanghon. Nama tersebut diambil dari nama masakan sohun goreng yang juga disebut sotanghon. Sohun goreng Filipina berisi potongan daging ayam dan jamur. Berbeda dari bihun goreng (pancit bihon) yang biasa dihidangkan sehari-hari, sotanghon hanya disajikan pada kesempatan istimewa.[3]

Di Thailand, sohun disebut woon sen (วุ้นเส้น), dan dimasak bersama babi dan udang menjadi selada sohun yum woon sen (ยำวุ้นเส้น), atau menjadi sohun goreng yang disebut pad woon sen (ผัดวุ้นเส้น).

Jadi, perbedaan antara Bihun dan Sohun (Soun) adalah :

Bihun

  • Terbuat dari tepung beras.
  • Berwarna putih kusam.
  • Tekstur agak kesat.
  • Helai bihun yang masih kering sangat rapuh (mudah patah).
  • Cara melunakkan bihun adalah diseduh dengan air mendidih selama 20 menit.

Sohun

  • Terbuat dari sari kacang hijau.
  • Berwarna putih bening.
  • Tekstur licin.
  • Helai soun yang masih kering sangat kuat dan liat.
  • Cara melunakkan soun adalah diseduh dengan air mendidih selama 10 menit

Sumber :

http://www.ajinomoto.co.id

http://id.wikipedia.org/wiki/Bihun

http://id.wikipedia.org/wiki/Sohun

http://kminoz.wordpress.com/2010/11/23/perbedaan-bihun-dan-soun/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s