Maaf (CAT)

Standar

Pagi hari kemarin cuaca sangat cerah. Cuacanya sangat mendukung untuk menjalani berbagai aktivitas. Hari itu jadwal UTS jam 10.30, maka di pagi hari sebelum saya pergi ke kampus seperti biasa saya belajar walaupun sedikit dan dengan waktu yang sebentar.

Malam sebelumnya saya sudah janjian dengan teman saya Sarah untuk datang lebih awal yaitu jam 09.30 untuk belajar bersama dengannya dan Fitri, jadi saya harus pergi lebih awal. Namun, entah kenapa perasaan saya benar-benar aneh dan saya benar-benar malas untuk bersiap-siap ke kampus. Rasanya ingin tetap di rumah. Padahal waktu sudah menunjukkan jam 08.30 tapi saya belum apa-apa. Akhirnya saya berusaha melawan rasa malas dan menghilangkan perasaan aneh, dan saya pun bersiap-siap.

Setelah saya rapih saya langsung pergi ke kampus dengan menggunakan sepeda motor seperti biasanya. Namun, saat mengeluarkan motor saya merasa aneh dengan motor saya. Motor yang biasanya saya bawa biasa saja, tapi pada hari itu terasa sangat beda. Entah kenapa.

Akhirnya saya jalan dengan perasaan aneh yang masih melekat. Diperjalanan saya benar-benar tidak konsentrasi, saya benar-benar merasa aneh, bingung dan banyak sekali yang ada di pikiran saya. Saya benar-benar merasa takut, karena setiap firasat dan perasaan aneh yang saya rasakan sebelumnya selalu memiliki makna. Mungkin banyak orang bilang ini lebay ? Ya, saya berfikir juga saya sangat lebay jika bicara tentang firasat dan perasaan. Sudah berkali-kali perasaan seperti ini saya alami yang selanjutnya disusul dengan sesuatu yang benar-benar saya tidak pernah inginkan.

Sesampainya di kampus saya langsung bertemu dengan Citra, Fitri dan Sarah yang memang sudah janjian untuk belajar bersama. Saat UTS berlangsung perasaan dan pikiran saya stabil. Saya tidak merasakan hal yang aneh seperti saat tadi saya di rumah dan di perjalanan menuju kampus.

Sekitar 4 hari sebelumnya Bekti mengajak saya, Sary dan teman-teman di kelas 1 lainnya untuk berkumpul. Karena telah lama kami tidak bertemu dan sangat ingin bercerita banyak. Akhirnya kami memutuskan untuk berkumpul di depan gedung kampus. Ketika semuanya datang, kami memutuskan pergi hanya ke kostan Bekti karena kami bertiga sedang irit. Kebetulan kostan Bekti sangat dekat dengan kampus. Sedangkan yang lainnya pergi sesuai kebutuhannya masing-masing. Biasanya kalau sudah kumpul kami bertiga bersama yang lainnya pergi ke mall atau ke suatu tempat yang cukup mebuat dompet menipis. Tapi kali ini benar-benar berbeda.

Di kostan Bekti, Sary ingin menonton film. Film yang gratis, tanpa perlu mengeluarkan uang untuk ke bioskop. Saya dan Sary mencari-cari film yang enak di laptop milik Bekti. Sangat banyak film yang ada di laptop Bekti, dan saya memilih film “Ghastly”. Ternyata itu film horror milik Korea Selatan. Ah benar-benar horror.

Setelah selesai nonton film tersebut, kami bertiga lanjut bercerita tentang apapun yang ingin kami ceritakan. Namanya kami para wanita, kalau udah kumpul dan cerita pasti lupa waktu. Karena jam sudah menunjukkan pukul 15.30 maka kami memutuskan untuk pulang. Karena besok harinya kami libur, maka Bekti pun pulang ke rumahnya. Karena motor saya dan Sary masih di kampus, maka sebelum pulang kami kembali ke kampus untuk mengambil motor. Saya parkir di lantai atas sedangkan Sary di lantai bawah. Sesampainya di kampus saya heran, seharusnya jam 15.30 masih ada yang ujian tapi kenapa kampus dan parkiran motor begitu sepi.

Saya mulai merasakan hal aneh lagi. Ketika saya menuju ke parkiran saya sudah merasakan hal yang sangat tidak enak. Saya sangat tidak nyaman. Saya berusaha menghilangkan rasa aneh tersebut. Sary dan Bekti pulang bersama karena memang rumah mereka searah. Waktu di parkiran Saya sendiri ke lantai atas, rasa tidak nyaman saya semakin besar. Saya berusaha secepat mungkin pergi dari tempat tersebut. Di perjalanan, perasaan dengan motor saya yang tidak enak kembali muncul. Saya mengendarai motor tak karuan. Perasaan benar-benar sangat aneh. Saya ingin cepat sampai rumah.

Dan kejadian yang sangat saya tidak inginkan benar-benar terjadi. Tiba-tiba ada seekor kucing hitam muncul melintas di depan saya. Saya menabraknya hingga mati. Hingga kini saya masih ingat bagaimana saya menghindar dan akhirnya menabraknya. Saya tak tau harus berbuat apa, saya panik. Saya langsung mengingat perkataan banyak orang termasuk nenek saya yang mengatakan bahwa “Kalau nabrak kucing sampai mati, kucingnya harus langsung dikubur jangan dibiarkan. Nanti kita yang menabrak akan kena sial (kecelakaan). Saya mencoba minggir untuk mengambil bangkai kucing tersebut, tapi tidak bisa karena jalan sangat ramai. Saya pun akhirnya berinisiatif untuk putar balik ke tempat tadi dengan perasaan panik dan saya parkir motor saya di pasar dekat tempat kejadian. Saya berjalan sambil memegang plasti dengan perasan bingung dan takut. Tapi setelah saya sampai di tempat kejadian, saya melihat kucing tersebut tidak mungkin bisa diangkat. Dan akhirnya saya pergi. Diperjalanan menuju rumah saya terus berdoa dan saya meminta maaf semoga tidak ada kesialan balik yang saya dapatkan. Saya berdoa saya benar-benar tidak sengaja.

Sesampainya saya di rumah, saya langsung cerita ke Adik, Bapak dan Ibu saya tentang apa yang terjadi. Ayah saya bilang “Itu hanya Mitos”. Saya berfikir apakah saya harus cerita kepada kakak saya ? Apa tanggapan kakak saya ketika saya cerita tentang kejadian ini. Karena kakak saya sangat sayang sekali dengan kucing. Sebenarnya bukan kakak saya saja, kami semua sekeluarga sangat suka kucing. Jadi kami semua sebenarnya tidak sanggup melihat kucing sakit bahkan hingga mati.

Setelah kakak saya pulang dari kantornya, saya langsung bercerita dengannya tentang kejadian tadi. Dan benar saja, tanggapan kakak saya tidak mengenakan. Memang wajar, tapi saya semakin merasa bersalah. Yang ada dipikiran saya, saya takut nanti terjadi apa-apa dan takut dihantui kucing yang saya tabrak. Kejadian tersebut masih ada dipikiran saya sampai saat ini. Saya berharap semoga Allah memaafkan saya dan tidak akan ada kesialan yang saya alami. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s