Wisata Kota Tua

Standar

Liburan menuju semester genap akhirnya selesai. Perasaannya bagaimana ? semua bercampur jadi satu. Senang karena bisa bertemu lagi dengan teman-teman di kampus, tapi sedih karena harus mulai kembali ke aktifitas yang menurut saya sangat melelahkan setelah cukup lama bersantai saat liburan.

Kalau kita ingat kembali zaman waktu SD, mungkin tugas Bahasa Indonesia pertama yang guru berikan kepada muridnya setelah liburan adalah “Coba kalian ceritakan tentang liburan kalian”. Iya atau tidak ?

Sekarang disini saya juga ingin bercerita tentang liburan saya. Sebenarnya dari 2 minggu liburan saya, hanya sekitar 4 kali saya keluar rumah. Tidak banyak. Sisanya ? Hanya di rumah, menjalani hidup seperti manusia lainnya. Makan, tidur, mandi, dan nonton TV yang penuh dengan drama Korea. Senang ? Ya, karena saya suka sekali drama Korea. Hal ini mungkin bisa masuk daftar kenapa saya sedih liburan selesai.

Sisa 12 hari, 11 hari dan seterusnya hari liburan berkurang. Sekitar satu minggu liburan berlalu, salah satu teman saya menghubungi dan mengajak saya untuk pergi berkeliling Kota Tua Jakarta bersama teman-teman lainnya naik kereta. Kapan lagi kita jalan-jalan ? Semester genap ini kita pasti sudah sibuk PI. Jarang-jarang saya naik kereta ! Jadi, saya menerima ajakannya untuk pergi bersama teman-teman yang lain juga.

Heni, Citra, Sarah, Ria dan saya fix ikut pergi. Kemana yang lain ? Sibuk dengan urusannya masing-masing. Padahal saya … ah ! bukan ! … kami ! … berharap semua ikut. Tapi ya tapi.

Satu hari sebelum kami pergi, kami menentukan tempat janjian untuk bertemu. Karena rumah saya bukan di Depok, jadi saya janjian untuk naik kereta yang sama dari Stasiun yang berbeda saja. Jam 10.00 pagi di Stasiun Pondok Cina adalah waktu dan tempat yang mereka tentukan untuk janjian bertemu. Dan selanjutnya naik kereta secepatnya menuju Stasiun Jakarta Kota. Dan saya menunggu kereta yang sama dengan mereka di Stasiun Pasar Minggu Baru.

Day Comes !

Jam 08.00 pagi saya mulai bersiap-siap. Sekitar pukul 09.00 pagi saya sudah rapih. Perkiraan waktu perjalanan dari rumah saya ke Stasiun sekitar 5 menit. Karena kami janjian jam 10.00 pagi, saya perkirakan saya jalan sekitar jam 09.55 pagi. Tapi sebelum jam 09.55 pagi ternyata mereka sudah berada di dalam kereta. Wow, betapa paniknya saya saat itu.

Akhirnya saya langsung keluar rumah sambil lari-lari memanggil ojek. Beruntungnya ada banyak ojek, biasanya tidak ada. Saya langsung menyuruh tukang ojek nya cepat. Takut ketinggalan. Setelah sampai saya langsung ke loket pembelian karcis kereta. Dan beruntungnya, saya kereta yang menuju Stasiun Jakarta Kota yang teman-teman saya tumpangi belum tiba. Masih menunggu sekitar 10 menit. Jujur saya sangat panik saat itu.

Setelah menunggu sekitar 10 menit kereta datang. Saya akhirnya bertemu teman-teman saya. Dan kereta melanjutkan perjalanan ke Stasiun Jakarta Kota. Sesampainya di Stasiun Jakarta Kota, kami disambut dengan cuaca yang sangat panas. Gerah. Keringat mengucur. Tapi namanya jalan-jalan dengan teman cuaca panas atau lainnya tidak terasa. Lewat. Tapi setelah itu cuacanya jadi tidak menentu. Panas – Mendung – Hujan – Panas – Hujan – Panas – Hujan berulang berkali-kali. Bahkan dibawah terik matahari hujan turun.

Keluar dari Stasiun Jakarta Kota, pertama kami menuju ke Museum Bank Mandiri yang letaknya tidak jauh dari Stasiun.

Berikut ini adalah foto Museum Bank Mandiri :

Museum Bank Mandiri

Foto ini didapat dari jakartaoke.blogspot.com.

Saya tidak mengambil banyak foto. Dari sedikit foto itu pun lebih banyak SelCa.

Info nih, kalau masuk MUSEUM BANK MANDIRI ini FREE (GRATIS) ! Kurangnya, tempat ini menurut saya panas dan pengap. Hanya sedikit kipas angin yang tersedia. Tapi wajar. Gratis dan bisa menambah ilmu !

Setelah puas berkeliling Museum Bank Mandiri, kami melanjutkan berkunjung ke Museum Sejarah Jakarta yang letaknya tidak jauh dari Museum Bank Mandiri.

 Berikut ini adalah foto Museum Sejarah Jakarta :

Museum Sejarah Jakarta

Berbeda dengan Museum Bank Mandiri yang tidak membutuhkan biaya untuk masuk, di Museum Sejarah Jakarta kami sebagai Mahasiswa harus membayar Rp. 3.000,00. Di dalam Museum, ada yang berjualan makanan khas Jakarta. Selendang Mayang, Kerak Telor dan lain-lain. Akhirnya kami memutuskan untuk makan sekalian beristirahat.

Setelah jalan-jalan, makan dan istirahat di sekitar Museum kami memutuskan untuk pergi ke Pasar Asemka. Pasar yang terkenal sebagai tempat penjualan Aksesoris. Citra adalah guide kita !

Angin yang sangat kencang tiba-tiba muncul ! Tapi tidak mengurung niat kita untuk berkeliling. Setelah selesai, kami kembali ke Kota Tua untuk duduk-duduk beristirahat menikmati sore ! Tapi tak lama kami segera pulang karena semua sudah lelah.

Bagi saya … bukan … bagi kami sepertinya liburan seperti ini melelahkan tapi sangat menyenangkan !

20130227_170044

20130227_170102

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s